|
Pada
tahun 1957, Mr. Wright menderita limfosarkoma tahap lanjut. Ia mengalami
penyakit tumor, dimana tumor-tumor sebesar jeruk mengelilingi leher, ketiak,
lipatan paha, dada, dan rongga perutnya. Bahkan limpa serta hatinya membesar
luar biasa. Saluran getah bening di daerah dada membengkak, dan satu hingga dua
liter cairan kental harus disedot dari dadanya setiap hari. Semua pengobatan
yang dijalaninya samasekali tak membuahkan hasil.
Suatu ketika Mr. Wright mendengar ada obat baru yang disebut
dengan Krebiozen. Obat ini akan dievaluasi di klinik tempat ia dirawat. Mr.
Wright kemudian meminta para dokter untuk memberikannya suntikan obat tersebut,
walau sebenarnya obat tersebut akan di uji cobakan kepada pasien yang harapan
hidupnya sekurang-kurangnya 3 bulan dan lebih bagus lagi kalau 6 bulan. Dengan
sedikit memohon akhirnya Mr. Wright mendapatkan satu suntikan obat tersebut.
Psikolog Bruno Klopfer memutuskan memberikannya satu suntikan pada hari Jumat,
sambil berpikir bahwa ia toh akan mati pada hari Senin.
Namun
perkiraan Klopfer keliru, secara menakjubkan Mr. Wright yang awalnya merasakan
napasnya terengah-engah, amat lemah, dan badannya kaku; sekarang Mr. Wright
tengah berjalan-jalan mengelilingi bangsal dan mengobrol riang dengan para
perawat. Pasien lain yang diberikan Krebiozen samasekali tidak mengalami
perubahan bahkan ada yang kondisinya semakin memburuk. Hanya Mr. Wright ini
yang mengalami kesembuhan yang luar biasa. Tumornya mulai berangsur-angsur
menghilang, dan dalam waktu 10 hari Mr. Wright sudah diperbolehkan meninggalkan
klinik.
Sekitar dua
bulan kemudian sejak Mr. Wright meninggalkan klinik tempat ia dirawat, muncul
laporan-laporan di koran-koran bahwa percobaan Krebiozen yang dilakukan di
klinik-klinik yang lain tidak membuahkan hasil samasekali. Obat tersebut
ternyata tidak ampuh. Mr. Wright mendengar berita tersebut dan kembali ia
diliputi kecemasan. Setelah mengalami masa sehat selama dua bulan, akhirnya Mr.
Wright jatuh sakit kembali ke kondisi semula setelah mendengar berita tersebut
dan merasa tidak memiliki harapan hidup lagi.
Tapi kali
ini Klopfer mencoba untuk melihat sejauh mana kepercayaan Mr. Wright dalam
menyembuhkan dirinya sendiri. Ia memberitahu Mr. Wright bahwa ternyata
Krebiozen tersebut sangat menjanjikan, tetapi pengiriman awal obat tersebut
menyebabkan kualitasnya memburuk. Klopfer mengatakan bahwa ada produk baru
Krebiozen yang memiliki kekuatan dua kali lipat yang akan datang besok pagi.
Mr. Wright
ketika mendengar berita ini menjadi sangat gembira dan penuh antusias. Akhirnya
Mr. Wright mendapatkan suntikan obat tersebut. Tapi kali ini tanpa
sepengatahuannya, obat yang disuntikkan tersebut hanyalah air biasa saja.
Setelah disuntik Mr. Wright mengalami kesembuhan yang lebih dramatis lagi dari
kesembuhannya yang pertama. Ia menjalani sesi penyuntikkan rutin, dan selama
dua bulan Mr. Wright tidak mengalami gejala tumor yang dideritanya selama ini.
Ia mengalami kesembuhan untuk yang kedua kalinya.
Namun
ternyata, muncul lagi laporan - dan kali ini laporan resmi dari lembaga
kesehatan - bahwa Krebiozen samasekali tidak berharga dalam menyembuhkan
kanker. Beberapa hari setelah Mr. Wright mendengar laporan tersebut, untuk
kedua kalinya ia jatuh sakit lagi dan kali ini ia berada dalam kondisi yang
sangat parah. Keyakinannya benar-benar sirna. Harapan hidupnya telah memudar,
dan Mr. Wright kemudian meninggal dalam waktu kurang dari dua hari. Seperti
halnya Mr. Wright, setiap orang memiliki harapan selama ia betul-betul percaya
dan meyakini harapan tersebut akan muncul; dan setiap orang akan selalu
dirundung masalah jika ia percaya bahwa harapan tersebut telah sirna.
|