Trainers Club Indonesia

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home arrow Management arrow Menanti Datangnya Badai Pandemi Flu
 
Menanti Datangnya Badai Pandemi Flu PDF Print E-mail
 

By Haryoko R. Wirjosoetomo, on 12-06-2009 21:49

Views : 1221    


Apa yang saya khawatirkan sebulan terakhir, kini terjadi sudah. WHO semalam resmi mendeklarasikan dunia dalam ancaman wabah global atau PANDEMI FLU A-H1N1. Pada strata kesiagaan WHO, status ini adalah strata tertinggi, phase 6. Siapkah kita mengantisipasinya? Jakarta di suatu senja, akhir Desember 2008. Ditengah informal meeting dengan client di kawasan Blok M, sahabat saya Ronny F. Ronodirdjo – salah satu tokoh NLP Indonesia yang tersohor – menelepon. Saat itu saya tengah bersiap-siap menikmati makan malam yang kelihatan begitu lezat, indah tertata rapi di atas meja. Saya pun berjalan ke sisi ruang yang tenang untuk menerima teleponnya. “Mas tahu pandemi?,” demikian ia membuka pembicaraan. Aduh, selera makan saya langsung hilang mendengar kata menakutkan itu. Ya, tentu saja saya tahu artinya. Tepatnya dari seberang jalan, dimana rekan-rekan kesehatan ada di sisi lainnya mengkaji pandemi dari segi ciri-sifat naturalnya. Selama dua tahun terakhir, saya mempelajari bio-terorisme sehingga cukup mengerti apakah awalnya dipicu oleh tindakan manusia atau disebabkan faktor-faktor alamiah, hasil akhir sebuah wabah akan sama. Mengerikan. Singkat kata, ia mengajak saya untuk bergabung sebagai trainer/fasilitator sebuah program workshop skala nasional. Judulnya sangat impresif, Pandemic Preparedness Workshop untuk sektor non medis yang diselenggarakan Unicef dan Komnas FBPI. Targetnya di sepuluh kota di Indonesia. Terus terang saya agak surprise mendengar ajakannya. Pandemic Preparedness Workshop?. Sebagai konsultan security dan safety risk management, istilah emergency preparedness sudah barang tentu telah mendarah-daging bagi saya. Untuk kepentingan client, saya terbiasa membuat segala macam emergency preparedness; mulai dari kebakaran, gempa bumi, pemboman/peledakan/ledakan, banjir, tsunami, gas alam, terorisme hingga kerusuhan. Namun emergency preparedness untuk pandemi?. Wah, ini tantangan baru buat saya. Memangnya dunia sedang terancam wabah?. Wabah apa?. Ini soal flu burung, H5N1, sambung Ronny lagi. Walah, flu burung?. Tiba-tiba saya memperoleh aufklärung – pencerahan – ketika teringat kata-kata singkat seorang pakar intelijen dan terorisme di Indonesia, pada saat isu H5N1 mulai merebak. “Koko, H5N1 akan menjadi ancaman besar bagi bangsa kita.” Namun, ancaman besarnya dimana? Mutasi Virus H5N1 Akhirnya segalanya menjadi jelas ketika saya dan sekitar sebelas rekan lain masuk kelas selama seminggu, mengikuti pelatihan untuk memfasilitasi pandemic preparedness workshop di sepuluh kota. Dalam pembicaraan dengan trainer saya dan ahli-ahli kesehatan lain, dapat ditarik kesimpulan : 1. Bagaimana virus H5N1 yang secara alamiah merupakan virus flu unggas dapat menular dari unggas ke manusia, masih terus diteliti oleh para ahli. 2. Dikarenakan penyebabnya masih belum jelas inilah, kita harus waspada ketika berurusan dengan unggas yang mati mendadak dengan ciri infeksi H5N1. 3. Yang ditakutkan adalah, virus H5N1 tersebut bermutasi menjadi virus baru, yang mampu menular antar manusia dan menjadi virus flu manusia yang sangat mematikan. 4. Jika kasus ini terjadi, masalah yang ditimbulkannya akan dahsyat, mengingat CFR (Case Fatality Rate) virus ini sangat tinggi, yakni diatas 60%. Artinya dari 100 orang yang terinfeksi, 60 orang nyaris dapat dipastikan akan meninggal. Standar WHO Pandemi adalah wabah raya, wabah yang mendunia sehingga situasi tersebut harus ditetapkan oleh WHO. Untuk sampai pada status pandemi, WHO memiliki standar penilaian situasi yang terbagi dalam 6 phase. Untuk H5N1 saat ini ada pada phase 3, dimana manusia mulai terinfeksi langsung dari unggas, namun belum ada bukti penularan antar manusia. Indonesia sendiri melaporkan kasus penularan H5N1 yang hingga kini tertinggi di dunia, yakni 141 kasus dalam kurun waktu 2005 – 2008. Karantina Wilayah Kegawatan akan mulai terjadi jika virus tersebut mampu menular antar manusia, meskipun masih dalam jumlah terbatas pada suatu area tertentu. Dalam standar WHO, situasi ini termasuk dalam Phase 4. Jika tidak ada upaya menahannya dengan melakukan karantina wilayah (pembatasan keluar-masuk manusia dan barang di area terjadinya kasus penularan antar manusia), potensi penyebarannya akan sangat besar, bahkan mungkin akan melompat ke negara lain. Pada titik inilah peran sektor non medis menjadi sangat penting. Polisi dan militer akan menjadi aktor utama pelaksana karantina wilayah, sementara unsur-unsur lainnya merupakan aktor pendukung yang perannya tak kalah penting; semisal dalam penyediaan pasokan logistik bagi warga yang dikarantina. Proyeksi Permasalahan Pandemi flu merupakan ancaman besar dan gejolak sosial yang menyertainya, akan jauh lebih kompleks dibanding dengan masalah kesehatan itu sendiri. Ketakutan meluas, korban berjatuhan, sektor industri akan terhenti karena karyawannya sakit dan tidak ada pasokan yang masuk, transportasi akan terhenti, suplai logistik kebutuhan masyarakat akan terhenti, sistem telekomunikasi dan pasokan listrik mengalami krisis hingga titik tergawat. Seluruhnya akan bermuara pada hancurnya kepercayaan masyarakat kepada negara, yang akhirnya berujung chaos. Masalahnya adalah, hampir dari kita semua beranggapan bahwa pandemi deadly flu merupakan isu kesehatan, sehingga yang bertanggungjawab adalah Departemen Kesehatan. Sebagai konsekuensinya, saat ini Departemen yang paling siap menghadapi pandemi deadly flu hanyalah Depatemen Kesehatan dan Departemen Pertanian. Sementara Departemen-Departemen lain masih meraba-raba peran apa yang harus dilakukan. Disisi lain, sektor bisnis pun baru sebagian kecil saja yang bersiap diri, dengan menyusun emergency preparedness plan dan business continuity plan. Virus Flu H1N1 Ancaman pandemi deadly flu yang tadinya ada di balik kaki langit, mendadak mendarat di halaman rumah seiring dengan meledaknya kasus infeksi H1N1 di Meksiko. Memang Case Fatality Rate (CFR) nya jauh lebih rendah dibanding infeksi H5N1. Namun yang harus diingat adalah, sejarah mengatakan bahwa serangan panemi flu datangnya bergelombang. Gelombang pertama biasanya tidak begitu berbahaya. Gelombang kedua akan jauh lebih mematikan. Dengan semakin meningkatnya kasus infeksi H1N1 di belakang rumah kita yakni Australia – per 7 Juni 2009 tercatat kasus infeksi sebanyak 1.051 kasus – muncul pertanyaan besar : SIAPKAH KITA, JIKA H1N1 MUNCUL DI DEPAN PINTU RUMAH KITA?. Terlebih semalam WHO secara resmi telah mendeklarasikan, dunia berada pada status PANDEMI H1N1. Avignam jagad samagram… (Artikel ini juga dimuat dalam blog penulis : www/riconindo.com/news
   
Print
Send to friend
Related articles

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Webtrainerclub.or.id
Info Learning Forum
Joint Milis TCI
Joint Membership

Total Members

112 registered
0 this week
0 this month

TCI in Action


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


eQuotes

If you want to see the brave, look at those who can forgive. If you want to see the heroic, look at those who can love in return for hatred."

Bhagavad Gita

Member Login

User Online

Total: 16
Members: 0 / Guests: 16
No members online

Members Birthday

Image for ERMALEN DEWITA
Today - ERMALEN DEWITA (40y)
Image for sutisna
Today - sutisna (40y)
7d - Tarsih Ekaputra (35y)

TCI in Facebook


Moderator Online

Hendry Risjawan

Carlina Patuwo

Ayu Sastrosusilo

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday161
mod_vvisit_counterYesterday241
mod_vvisit_counterThis week1172
mod_vvisit_counterThis month2584
mod_vvisit_counterAll116667