Tidak ada seorang pun berencana untuk gagal tapi apabila Anda tidak membuat rencana dalam keuangan berarti Anda harus siap-siap gagal .” if you fail to plan, you are planning to fail” begitu kata orang bijak. Dan kemudian pertanyaannya adalah sudahkah anda merencanakan?
Berikut siklus kehidupan dan perencanaan keuangan :
Masa anak-anak
Untuk kita yang hidup di Indonesia dimana kekeluargaan masih kental biasanya pada masa ini anak-anak masih tergantung secara keuangan pada orang tua karena masih sekolah atau kuliah.
Masa Dewasa dan Lajang
Pada saat seseorang telah lulus kuliah dan mulai (belajar) bekerja, Pada masa ini individu mulai menabung dan melakukan perencanaan keuangan yang bersifat jangka pendek misalnya mengumpulkan uang untuk membeli kendaraan, dana untuk menikah, persiapan pensiun atau dana uang muka membeli rumah dan mereka sudah mulai melepaskan ketergantungan keuangan kepada orang tua dan mulai membantu keuangan keluarga.
Masa Dewasa dan Menikah
Memulai kehidupan baru, pada masa ini ada banyak perencanaan yang bersifat jangka pendek maupun panjang seperti mencicil kendaraan, mempunyai tempat tinggal, persiapan pensiun dan persiapan dana pendidikan anak apabila nanti telah memiliki anak di saat ini biasanya terdapat pilihan yang sulit yaitu apakah istri yang bekerja harus tetep bekerja atau menjadi ibu rumah tangga.
Masa Tua
Melihat anak-anak yang sudah dewasa, lulus sekolah, bekerja atau menikah, individu pada masa Ini sedang pada titik atas kehidupan disaat ini orang telah memiliki pendapatan yang tinggi dari karirnya, akumulasi tabungan atau investasi. Perencanaan pada saat ini biasanya lebih pada memuaskan diri seperti membeli rumah lebih besar, kendaraan lebih mahal, jalan-jalan ke luar negeri atau perjalanan ibadah.
Masa Pensiun
Pada masa ini diharapkan saatnya untuk menikmati jerih payah bekerja, pastikan pada saat ini semua hutang sudah dilunasi dan kita sudah memiliki tabungan Dan mulai untuk mempersiapkan perencanaan warisan untuk anak-anak.
|